When I’m Stop Ignoring You 2

Gambar

Cast : Park Chanyeol

Jung Seun Mi / Sarah Jung

Others

Genre: AU, Romance

Leght : Chaptered

Author : naifahmp

Inspired by

A Walk To Remember – Nicholas Sparks

FanFiction ini tercipta dari imajinasi saya. Jadi saya akan sangat menghargai orang-orang yang tidak meng-copas karya saya ini.

It’s just a story so enjoy it^^

***

Jung Seun Mi POV

Gomawoyo Chanyeol-ssi” ucapku sambil menyerehkan helm yang berada dalam genggamanku padanya

Cheonma” ia menyimpan helm yang tadi kuberikan padanya didalam sadel motornya lalu berdiri dihadapanku

“Aku pulang dulu maaf karna aku balap tadi” ia langsung berbalik dan naik keatas motornya lalu tanpa berbasa-basi ia langsung pergi dari hadapanku

Aku menghela napas berat, kedua kakiku masih terasa bergetar karna efek dari aku memeluk Chanyeol tadi. Walaupun aku sudah bisa menebak sikapnya akan seperti itu, aku tetap senang dan lebih bersemangat lagi untuk terus mendekatinya.

Aku terlihat gila ya mengejar-ngejar seorang namja? Dia juga pasti berpikir kalau aku ini gila tapi… aku tidak punya pilihan lain. Untuk saat ini saja aku ingin melakukannya, aku ingin membuat kenangan yang indah tentang Chanyeol.

Tiba-tiba terbersit sesuatu dalam pikiranku, aku segera mengambil handphone touchscreenku dan mengetikkan sesuatu disana.

To: Park Chanyeol

Thanks for today, aku minta maaf kalau kau merasa risih atas kejadian tadi.

Sip, sms terkirim. Dan aku sangat sangat yakin dia akan mengabaikan pesanku ini, Lagi.

***

Park Chanyeol POV

From: 010-5523-xxx

Thanks for today, aku minta maaf kalau kau merasa risih atas kejadian tadi.

Dari dia lagi, padahal kan dia sudah berterima kasih tadi. Untuk apa berterima kasih lagi? Tanpa pikir panjang segera saja aku men-delete sms itu. sms dari siapa? Tentu saja Seun Mi, aku belum menceritakan pada kalian ya?

Selain sering menatapku diam-diam, yeoja itu selalu mengirimiku sms tanpa menyebutkan siapa dirinya. lalu darimana aku tahu itu dia? It’s secret. Yang jelas aku akan selalu menghapus setiap sms yang dikirimnya. Dari banyak sms yang dikirimkannya, yang paling membuatku risih adalah –walaupun isinya terlihat seperti itu diforward kebanyak orang- tapi tetap saja aku risih. Bayangkan saja

I love you, I always do

#

Iuuuuuhhhhh, yeoja itu benar-benar gila.

Aku berbaring diranjang dan menatap langit-langit kamarku, sebenarnya tadi aku ingin bertanya padanya kenapa ia berjalan kaki bukannya naik bus seperti biasanya tapi karna alasan yang sepertinya tidak akan pernah kubahas lagi itu aku tidak jadi menanyakannya.

Sialan! Untung saja aku membaca sms darinya setelah aku sudah berada dirumahku bukannya saat dijalan tadi. Aku langsung bangun dan  melepaskan jaket dan seragam sekolahku, menggantung jaket itu dibelakang pintu kamar dan membawa seragamku kekeranjang kotor yang ada dikamar mandi kamarku lalu tentu saja, mandi.

***

Aku menghirup wangi dari ramyeon yang baru saja dihidangkan didepanku ini lalu dengan segera memasukkan sesumpit kedalam mulutku. Makanan apapun – apalagi kalau itu enak- dimakan saat lapar pasti akan sangat terasa nikmat sama seperti saat ini. Sehabis pelajaran olahraga perutku sudah bermain musik tanda minta dimasukkan sesuatu, jadilah aku sekarang berada dikantin bersama dengan Kris dan Baekhyun.

Aku mengentikan sebentar acara makanku saat melihat Seun Mi sedang menyantap sandwich sambil membaca sebuah buku dan mendengarkan entah apa dari Ipodnya menggunakan headphone yang terpasang ditelinganya.

Tunggu! Untuk apa aku memandanginya? Buang waktu saja.

Annyeong Kris-ssi, Baekhyun-ssi, Chanyeol-ssi”

Aku mendongakkan kepalaku dan menatap yeoja bertubuh jangkung yang kini berdiri dihadapan kami bertiga. Untuk apa dia kesini? Dan kenapa juga dia jadi sok kenal begitu padaku.

“Annyeong Sarah-ssi” sapa Baekhyun dan Kris. Aku hanya tersenyum sekilas padanya lalu kembali menyantap ramyeonku.

“Sarah-ssi mau ikut bergabung disini?” Byun Baekhyun!! Kenapa juga dia harus menawari Seun Mi makan disini dia sudah punya meja sendiri. Aku tetap fokus memakan ramyeonku dan dalam hati berdoa dengan sangat tulus kepada Tuhan agar Seun Mi menolak dan segera pergi dari sini.

“Gomawo Baekhyun-ssi, tapi aku baru saja selesai makan dan kesini untuk sekedar menyapa kalian” Tuhan aku sangat mencintaimu, sungguh! Ayolah Seun Mi pergi dari sini sekarang juga.

“Sayang sekali, padahal aku ingin makan bersama Sarah-ssi lagi” Ucap Kris

“Aku bahkan tidak pernah makan bersama Sarah-ssi”

Ada apa dengan dua makhluk ini? Seun Mi kumohon pergi sebelum teman-temanku semakin membujukmu dan karna tak enak hati akhirnya kau makan disini.

Mianhae  Baekhyun-ssi Kris-ssi  lain kali saja aku makan bersama kalian. Aku duluan” dari ujung mataku aku  bisa melihat yeoja itu akhirnya pergi.

“Kenapa tadi kau tidak menyapanya?” tanya Baekhyun

Eoh?”

“Kenapa kau tidak menyapa Sarah? Padahal kan tadi dia menyapamu?” tanyanya lagi

“Malas, lagian aku juga tidak akrab dengannya.” Ucapku

“Tapi kan setidaknya kau bisa menyapanya Chanyeol-i” kenapa Kris jadi ikut-ikutan? Semua gara-gara yeoja itu!

Aku memutar kedua mataku dengan malas “Yeoja sok kenal seperti dia? Tidak! Kalian pikir aku gila? Iuuuhhh”

“Kris perasaan kita hanya bertanya kenapa dia tidak menyapa Sarah, kok sekarang tingkahnya jadi begitu ya?” memangnya aku bertingkah seperti apa? Bukannya normal kalau ada yeoja sinting yang mendekatimu dan kau bersikap seperti itu? Bahkan sikapku ini masih sangat bisa dimaafkan. “Entahlah Baekhyun-ah, mungkin dia malu bertemu Sarah jadi bersikap seperti itu”

Apa mereka berdua gila sehingga menceritaiku seolah-olah aku ini tidak ada? Rasanya ramyeon yang baru kutelan ini terasa sangat sulit untuk masuk kedalam tenggorokanku. Aku menatap ramyeonku yang tinggal seperempat didalam mangkuk, seleraku sudah hilang karna mereka berdua. Aku mendorong mangkuk dihadapanku dan menggesernya ketengah meja.

“Kenapa tidak dihabiskan?” tanya Kris

“Huh, aku sudah kehilangan selera. Habiskan saja milik kalian cepat!”

***

“Chanyeol-ssi!” sepertinya aku tahu suara siapa itu

“Ya! Chanyeol-ssi!” suara itu semakin dekat dan rasanya aku semakin tahu siapa orang itu

“YA! CHANYEOL-SSI!!” aku langsung berbalik dan tersentak mundur saat merasakan kalau jarakku kelewat-sangat-dekat dengan orang itu.

Mianhae aku tidak tahu kalau kau ada dibelakangku” ucapku

Orang itu hanya menatapku sambil mengatur napasnya yang terlihat kurang beraturan berkali-kali “Apakah kau baru saja berlari?”

Ia hanya mengangguk, setelah napasnya terlihat mulai teratur ia baru mulai berbicara “Kau tidak mendengarku memanggilmu?” tanyanya

“Ada apa?” tanyaku tanpa mengiraukan pertanyaannya tadi

“Baiklah, errr aku boleh minta tolong lagi?”

“Apa?”

“Mengantarku pulang, bisa?”

Aku pikir orang yang kupastikan kalian sudah tahu siapa sudah gila! Dia pikir aku ini siapa? Kemarin aku mengantarnya pulang karna melihat ia berjalan kaki, tapi sekarang? Sialan!

“ Aku pulang bersama adikku, maaf” ucapku karna hari ini aku memang sudah berjanji akan mengantar adikku pulang, jadi jangan kira aku berbohong. Tapi sebenarnya tidak apa-apa juga sih, memang dia siapa sampai aku harus mengantarnya pulang? Teman? Oke, teman sekolah dan kami tidak saling ‘mengenal’ kalau kau mengerti maksudku. Yeojachingu?  TENTU SAJA BUKAN!

“Oh kalau begitu tidak apa-apa, lain kali saja. Sampai jumpa besok” ucapnya sambil tersenyum dan dari wajahnya terlihat jelas kalau dia sedang menyembunyikan kekecawaannya. Aku hanya mengangguk dan membiarkannya berjalan melewatiku lalu akupun berbalik dan berjalan tidak terlalu jauh dibelakangnya lalu berbelok menuju tempat parkir, sambil menunggu adikku yang belum datang aku tiba-tiba mengingat sesuatu.

Lain kali saja

Jadi yeoja itu pikir aku akan mengantarkannya pulang nanti? Astaga. . .

***

“Annyeong Chanyeol-ssi”

“Annyeong” ucapku pada tentu saja, Seun Mi yang kini berada disampingku.

“Apakah aku boleh pulang denganmu?”

“Ahh sayang sekali, dari sini aku langsung kerumah Baekhyun karna ada kerja kelompok geografi” Ucapku santai karna aku memang akan kerja kelompok dirumah Baekhyun dan itu berarti aku terbebas dari yeoja-blasteran-sinting ini. yeoja-blasteran-sinting ? itu julukanku untuknya, karna memang nyatanya begitukan?

Arasseo sampai jumpa besok” ia berlalu sambil melambaikan tangannya padaku

Aku sudah bersiap menutup mataku untuk tidur ketika handphoneku berbunyi. Siapa coba yang meng-smsku malam-malam begini?

From: 010-5523-xxx

Apa kau pernah mendengar asal-usul dari Bunga Matahari ?

Damn!

***

“Annyeong” aku mendongakkan kepalaku karna melihatnya sudah duduk didepanku

“Kenapa bengong? Kaget ya aku duduk disini? Mian, semua meja sudah full. Oh iya, kemana Kris dan Baekhyun?”

Tuhan. . . Aku bukannya mau menghina ciptaanmu tapi.. kenapa harus ada makhluk-blasteran-yang-sok-kenal-dan-sinting seperti dirinya? kalau makhluk blasterannya adalah Annabeth yang merupakan anak dewi Athena dalam novel Percy Jackson aku akan mengerti –karna tidak mungkin juga Annabeth bersikap sok kenal walaupun ia terlihat aneh bagi ‘manusia biasa’- tapi sayangnya yang ada dihadapanku ini adalah Jung Seun Mi.

“Kris sedang latihan basket sementara Baekhyun sedang diperpustakaan mencari tugas biologinya.”

“ohh”

Setelah itu kami berdua sibuk dengan ramyeon masing-masing.

“Lalu kenapa kau sendirian?”

“Nari tidak datang karna sakit lalu…” ia terlihat berpikir sebentar dan melanjutkan ucapannya dengan wajah sedikit cemberut “sedangkan Jinri sedang bersama Jong In entah dimana”

“Kenapa wajahmu begitu? Kau cemburu ya?” entah kenapa aku ingin bertanya begitu, wajahnya terlihat lucu

“Eh bukan… bukan” jawabnya tergagap

“Lalu?”

“Err… nggak ah, nanti kau menertawaiku lagi”

“Tidak akan. Janji” ucapku meyakinkan

Ia tampak berpikir sebentar “Mmm, aku bukannya cemburu tapi… Aku hanya iri saja melihat bukan hanya Jinri sih tap jugai teman-temanku yang lain yang… yang… yang punya namjachingu” ucapnya sambil tertunduk lalu menggigiti bibir bawahnya

“Mwo? Kau iri? Pfftt”

“Ya! Kau kan sudah janji tidak akan tertawa”

“Hihihi, baiklah baiklah aku tidak akan tertawa. Kalau iri kenapa kau tidak pacaran saja? Aku yakin banyak yang mau menjadi namjachingumu” ucapku.

Ia terdiam dan menaikkan sudut alis kirinya “Sayangnya namja yang ku mau tidak termasuk dalam banyak yang kau maksud itu”

“Oh ya? Boleh aku tau siapa?”

Ia hanya memandangiku dengan mata bulatnya yang sendu lalu menggeleng dan kembali memakan ramyeonnya. Mungkin aku sudah terlalu jauh bertanya dan karna ia hanya diam akhirnya aku juga mulai kembali makan.

Oppa?” aku berbalik dan mendapati adikku, Park Chan Mi sudah berdiri disamping Seun Mi

Oppa pacaran ya sama Seun Mi eonni? Pantas saja temanku pernah melihat kau mengantar eonni pulang. Wah wah wah, eonni kenapa tidak bilang padaku?”

“Uhuk Uhuk Uhuk” saat itu juga Seun Mi langsung meminum softdrinknya lalu menggoyang-goyangkan telapak tangannya didepan Chan Mi “Aniyo, aku bukan yeojachingu oppamu”

“Lalu?”

“Ya kami tidak pacaran” ucapku, gila saja. Masa aku pacaran sama Seun Mi. Hahahaha

“Oh mianhae oppa, mianhae eonni aku pikir kalian. . . Padahal. . . yah sudah, aku keteman-temanku dulu”

Setelah Chan Mi aku dan Seun Mi hanya saling memandang dan tersenyum. Jadi jam istirahatku hari ini kuhabiskan dengan mengobrol bersama makhluk-blasteran-yang-sok-kenal-dan-sinting yang ternyata sangat menyenangkan diajak ngobrol.

“Annyeong Chanyeol-ssi” tanpa diberitahu aku sudah bisa tahu siapa

“Minta diantar pulang lagi?”

Dia terlihat speechless

“Eh? Hehehe” kekehnya sambil menggaruk-garuk kepalanya

“Maaf aku–”

“Ada kerja kelompok?”

“Bukan aku—“

“Harus mengantar adikmu pulang?”

“Bukan! Aku harus mengantarkan sesuatu kerumah bibiku. Dan itu berlainan arah dengan rumahmu”

“Mmm, bagaimana kalau kutunggu di halte bus depan sana?” ucapnya sambil menunjuk kearah halte bus yang terlihat dari depan tempat parkir tempatku dan dia berada sekarang.

“Kenapa harus menungguku? Kau pulang saja aku mungkin agak lama” walaupun aku sudah mulai kembali kesal padanya tapi mengingat saat waktu istirahat tadi aku masih mencoba untuk bersikap lembut padanya.

“Aku masih ada kepentingan disini, dan mungkin akan lebih baik kalau aku pulang denganmu dari pada menunggu bus yang mengarah kerumahku.”

Aku berpikir sebentar, jarak rumah bibiku tidak terlalu jauh dan kalau kembali lagi kesini untuk menjemputnya itu akan lebih cepat daripada ia harus menunggu bus setelah urusannya selesai. Baiklah, sekali saja aku berbaik hati pada makhluk-blasteran-yang-sok-kenal-dan-sinting ini.

“Kalau begitu tunggu aku dihalte bus” ia menangguk dan aku segera menaiki motorku dan menyalakannya. Ternyata Seun Mi masih berdiri ditempat yang tadi sambil melambaikan tangannya padaku yang mulai melewatinya.

***

Jung Seun Mi POV

Aku yakin, sangat yakin kalau Park Chanyeol membenciku karna selalu memintanya mengantarku pulang padahal hello aku ini bukan siapa-siapanya. Tapi mau bagaimana lagi? Aku kan. . . Sudahlah nanti juga kalian akan mengerti. Aku memandang kiri dan kanan jalan sambil menunggunya, sudah sepuluh menit aku duduk dihalte ini. Langit sudah mulai menangis namun ia belum datang. . .

Park Chanyeol POV

“Ahh. . .”

Aku menghempaskan tubuhku ke ranjangku dan langsung berbaring menyamping sambil memeluk guling. Rasanya nyaman sekali. Aku melihat jaket hitam yang tergantung dibalik pintu yang sudah beberapa hari ini tidak kupakai, terakhir kali aku memakainya saat mengantar pulang Seun Mi.

Seun Mi?

Astaga…!

Aku melajukan motorku dengan kecepatan tinggi, bodoh! bodoh! bodoh! bagaimana bisa aku lupa kalau yeoja itu menungguku? Mana sekarang sedang hujan deras, bagaimana kalau ia sakit?

Hampir sampai. . . Hampir sampai. . .

Aku menepikan motorku, terlihat banyak orang yang berteduh disitu. Aku berlari kearah yeoja berambut hitam yang sedang memeluk dirinya sendiri itu tanpa melepaskan mantel hujan yang kupakai.

“KAU GILA?” teriakku

Ia tersontak saat mendengarku berteriak seperti itu

“KENAPA TIDAK PULANG SAJA? HAH? KENAPA MENUNGGUKU?”

Persetan dengan orang-orang yang memandangi kami. Aku kesal, marah, dan juga… sangat khawatir. Ia hanya diam menatapku dan Demi Tuhan! Kulitnya terasa sangat dingin saat aku mengenggam kedua lengannya.

Ia lalu mengenakan jaket -yang pernah kupakai saat mengantarnya- setelah aku menyerahkan jaket itu padanya. Aku menggosok-gosokkan kedua telapak tanganku lalu menyentuh kedua pipinya. Sialan kenapa dia bisa kedinginan seperti ini sih, padahal tadi wajahnya terlihat biasa-biasa saja.

Aku begitu terkejut saat ia melepaskan kedua tanganku dari pipinya

Mianhae Seun Mi-ssi aku tidak bermaksud. . . Aku hanya ingin. . .” Honestly, aku juga tidak tahu menagapa aku melakukannya.

Gwenchana, maaf sudah merepotkanmu”

“Harusnya aku yang minta maaf” ucapku, aku benar-benar merasa sangat bersalah

Ia lalu menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya -yang sebelumnya tadi ada didalam saku jaket- lalu menyentuh kedua pipiku. Hangat.

“Kau juga kedinginan” ucapnya sambil tersenyum

Lalu tanpa sadar kedua telapak tanganku kembali menyentuh pipinya. Ia membelakkan matanya saat aku melakukan itu. Jadi begitulah kami, menjadi tontonan gratis bagi orang-orang yang berteduh dihalte bus itu tapi aku tidak memperdulikannya. Karna aku terlalu sibuk menatap kedua iris hitam dan merasakan telapak tangannya dikedua pipiku yang sekarang terasa sangat hangat.

***

From: 010-5523-xxx

Syukurlah kau tidak kenapa-napa. Aku hanya flu, flu ringan kok tenang saja J

Untuk pertama kalinya aku meng-sms yeoja itu, sebelum aku tidur tadi malam.

Seun Mi sakit, dan semua itu gara-gara ia menungguku. Baiklah itu hanya flu tapi tetap saja itu penyakit dan tetap saja ia terserang flu karna menungguku.

Seharusnya aku tidak membiarkannya menunggu.

Seharusnya aku tidak perlu berjanji akan mengantarnya pulang.

Seharusnya aku juga tidak perlu mengantarnya pulang saat itu.

Jadi sebelum semuanya terlambat, lebih baik aku dan dia kembali seperti semula. Tidak saling bicara dan tidak saling mengenal, kalau kau mengerti.

Karna mungkin saat ini aku akan kembali mengabaikannya

“Hatchi… Hatchi… Annyeong Chanyeol-ssi” aku menatapnya yang berada disampingku. Hidungnya terlihat memerah. Aku lalu melangkah dengan cepat, jarang sekali aku dan dia bersamaan sampai disekolah.

Tanpa sadar ia sudah kembali menyamakan langkahnya dengan langkahku

“Kau ada masalah Chanyeol-ssi?” Kumohon Seun Mi, berhenti!

“Chanyeol-ssi? Kau mendengarku?”

Aku berhenti dan langsung mengadap kearahnya

“Ya aku mendengarmu. Lalu? Apakah aku harus menjawabnya? Tidak kan?”

“Chanyeol-ssi kau. . .”

“Dan berhenti menyapaku! Berhenti mengirimiku pesan! Berhenti minta diantar pulang olehku! Dan satu lagi, berhenti sok-sokan akrab denganku!”

Entah lah, kata-kata itu keluar begitu saja. Tanpa menunggunya bicara aku berjalan mendahuluinya. Sekilas aku melihat matanya memerah dan berkaca-kaca. Aku seperti terhantam sesuatu.

Aku baru menyadari satu hal, yang sepertinya harus segera kuhilangkan, sesegera mungkin. Aku jadi ingat saat dikantin aku mendengar dari mejaku yang ada disamping mejanya, dengan bersemangat Seun Mi bercerita pada temannya tentang novel berjudul Autumn in Paris. Yah, ia sangat senang menceritakan hal-hal yang menarik baginya pada orang lain, aku sempat terkikik dalam hati saat mendengarnya berkata sesuatu tentang Autumn in Paris walaupun sudah tidak terlalu jelas dalam ingatakanku apa

“ Dan kalian tahu? Salah satu kalimatnya yang bikin nyesek itu adalah . . . ternyata bernapas bisa sesakit ini”

Saat itu aku pikir memangnya bisa? Tapi ternyata bisa. . . Bernapas memang bisa terasa menyakitkan, karna sekarang aku merasakan hal itu.

Saat aku menyadari bahwa aku mulai menyukai Seun Mi

To Be Continued

Advertisements

Published by

Black Pearl

A girl with a lot of things in her mind and also known as Salt77.

4 thoughts on “When I’m Stop Ignoring You 2”

Share Your Mind, Please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s