Am I Really Your Everything? [1/?]

am-i-really-your-everything-by-black-pearl-from-nana

Am I Really Your Everything?

Cast:

Cho Kyuhyun, Park Se Ryeon (OC), Others

Genre: Romance, AU, Family, Friendhip

Leght: One-shot

General: PG-13

Author: Black Pearl

Thanks to: MissFishyJazz  😀

 

It’s just a story so enjoy it^^

 

***

Pria dengan tinggi sekitar 6 kaki, berumur 26 tahun berdasarkan penanggalan Korea, berpipi chubby, cerdas, kaya, bersuara merdu, terkenal, dan memiliki jutaan fans diseluruh penjuru dunia.

Pria seperti ini yang akan menjadi Suamiku?

Huh!

***

Wanita dengan tinggi setara Choi Sooyoung, berumur 25 tahun berdasarkan penanggalan Korea, memiliki bentuk tubuh yang wow!, kaki yang jenjang, tidak kurus juga tidak gemuk, bermata bulat, cerdas, kaya, penyelamat orang, dengan pria-pria yang sudah patah hati karna terabaikan olehnya.

Wanita seperti ini yang akan menjadi Istriku?

God!

***

 

“Kami tidak ingin memaksakan kalian untuk menikah dalam waktu dekat ini, tapi,” gerakan dua pasang tangan yang sedari tadi sibuk menggerakkan garpu dan sendok tiba-tiba terhenti, pemilik tangan menahan napas menunggu keputusan yang mau tidak mau harus mereka lakukan “Kami berharap kalian bisa mendekatkan diri satu sama lain, dan dalam dua bulan kemudian pertunangan kalian akan diadakan.”

Kedua pasang mata itu bertemu, seakan berbicara lewat pandangan mata mereka berdua langsung mengangguk.

“Yah, aku setuju. kami harus saling mendekatkan diri dulu.”

“Tapi aku akan lebih senang kalau pernikahan kami bisa dilaksankan secepatnya.”

Kedua pasang mata itu kembali bertemu, yang satu melotot dengan semburat merah di wajahnya sementara yang satu lagi tersenyum menggoda dengan pandangan jahilnya.

“Bagus juga, tapi kami akan lebih senang kalau kalian berdua mendekatkan diri dulu.” Ucap Ibu dari pemilik senyum menggoda itu.

“Setelah pertunangan terlaksana, baru kita akan membahas mengenai pernikahan kalian.” Sambung Ibu dari pemilik wajah yang bersemburat merah tadi.

Sementara kedua Ayah mereka hanya mengangguk tanda menyetujui keputusan yang memang sudah dibahas oleh mereka berdua dan istri masing-masing. Bukannya masa bodoh, tapi untuk urusan seperti ini tanpa perlu diberitahu perempuan lah yang mengurusnya.

Si pemilik wajah yang tadi bersemburat merah itu hanya memasang wajah datar, memikirkan akan bagaimana sikapnya pada pria dihadapannya nanti dan bagaimana kehidupannya setelah ini.

Ouh! Aku harap tidak akan ada yang mengangguku di Rumah Sakit setelah pertunangan nanti, tidak akan ada yang menjambak rambutku apalagi mengirimiku surat dengan tinta darah. Hiiiii! Pikirnya.

Ia sampai bergidik dengan muka ngeri lalu kembali melanjutkan makannya dengan memasang wajah datar. Tanpa menyadari orang dihadapannya sedang memandanginya dengan intens dan tersenyum geli begitu melihat tingkah lakunya.

“Se Ryeon-ah, shiftmu hari ini sudah selesaikan?”

“Ah, ne, shiftku sudah selesai.” Jawab wanita itu, Park Se Ryeon.

“Kalau begitu kau dan Kyuhyun bisa… yah, mengakrabkan diri dulu disini.” Pria dengan senyum memabukkan tadi menoleh dan menatap Ibunya, membuka mulutnya dan menutupnya kembali, dan setelah berpikir sejenak akhirnya ia mengangguk dan tersenyum manis pada Ibunya.

“Ah, yah, itu… ide yang bagus.”

“Kalau begitu kami akan pergi sekarang, Se Ryeon-ah jangan menyusahkan Kyuhyun yah.” Ucap Ibu Se Ryeon sambil berdiri diikuti oleh Ibu Kyuhyun dan suami mereka.

Aish, tidak usah sungkan. Sudah seharusnya Kyuhyun menjaga Se Ryeon,” ucap Ibu Kyuhyun sambil menepuk pelan bahu Ibu Se Ryeon. Ia menoleh dan memandangi putranya “Kau dengar itu kan, Kyuhyun?”

Cho Kyuhyun hanya mengangguk dan langsung ikut berdiri begitu melihat Se Ryeon berdiri dan bersama-sama mereka mengantar kedua orang tua mereka sampai ke depan pintu ruang V.I.P restaurant yang mereka tempati sekarang.

Begitu keempat orang tua paruh baya itu pergi dan pintu ruangan itu tertutup, tersisalah mereka berdua dengan pikiran masing-masing yang memenuhi otak mereka.

Se Ryeon kembali duduk ke tempatnya semula sementara Kyuhyun hanya diam bersandar pada dinding, memandang intens Se Ryeon yang mulai sibuk dengan Ipadnya. Kacamata berlensa minus yang dikenakannya serta rambut hitam yang terurai membuatnya terlihat lebih cantik di mata Kyuhyun.

Alasan ia menerima perjodohan ini karena ia sama sekali tidak memiliki pilihan untuk menolak, tragis, tapi memang begitu kenyataannya. Dan juga, untuk apa ia menolak jika calon istrinya adalah wanita seperti Se Ryeon? Setidaknya mereka masih diberi waktu untuk saling mengenal sehingga ia bisa mempelajari bagaimana karakter calon istrinya tersebut.

Cinta? Bukankah cinta akan tumbuh dengan sendirinya? Mereka berdua akan menemukan jalan untuk bisa saling mencintai seiring dengan waktu yang berjalan. Ia sudah cukup umur untuk menikah dan memiliki keluarga.

Kyuhyun berjalan dan duduk ke tempatnya tadi, menyilangkan kedua tangan dihadapan dada dan kembali memandangi Se Ryeon. Sepertinya ia mulai mengerti alasan mengapa begitu panyak pria yang patah hati padanya, siapa juga yang tahan diabaikan seperti sekarang?

Tapi ia adalah Cho Kyuhyun, dan terabaikan seperti ini… heh bukanlah apa-apa baginya.

***

 

Kyuhyun mulai sibuk dengan PSPnya sejak setengah jam yang lalu, setelah setengah jam yang lalunya lagi sibuk dengan Twitter serta Weibonya. Sementara Se Ryeon terus-terus saja memainkan Ipadnya tanpa menyadari ada sepasang mata yang sedari tadi terus-terusan mencuri pandang ke arahnya.

“Aku pria yang keberapa?”

Pertanyaan yang mencuat dari bibir Kyuhyun membuat Se Ryeon mengalihkan perhatiannya yang sedari tadi terpusat pada Ipad putihnya kepada Kyuhyun.

Chogi?” tanyanya.

Cho Kyuhyun mendengus dengan senyum miringnya begitu mendengar pertanyaan balik dari Se Ryeon.

“Aku ini.. pria keberapa yang dijodohkan denganmu?” tanyanya lagi.

“Yang ke-Tigabelas.”

Kyuhyun hanya manggut-manggut mendengarkan jawaban Se Ryeon, meskipun ia cukup terkejut karna ia adalah pria yang ke-Tigabelas. Sama seperti urutannya di Super Junior, member ke-Tigabelas.

“Dan juga pria ke-Tigabelas yang kau coba singkirkan. Right?

Se Ryeon hanya menatap Kyuhyun dengan mata bulatnya yang begitu membuat Kyuhyun merasa gemas, tapi niat untuk mencubiti pipi Se Ryeon yang baru muncul sedetik yang lalu diurungkannya begitu Se Ryeon tertawa sampai hampir seluruh kelopak matanya tertutup.

Dan… hal itu malah membuat Kyuhyun semakin ingin mencubit pipi wanita yang kini menjadi miliknya itu. Namun hal yang ia tunjukkan malah berbanding terbalik dengan keinginannya.

“Ada yang lucu?” tanyanya dengan pandangan sinis.

Tapi efek yang ditimbulkan malah berbanding terbalik dengan keinginannya, Se Ryeon malah semakin tertawa begitu melihat wajah Kyuhyun. Butuh tiga puluh detik –berdasarkan hitungan Kyuhyun- bagi Se Ryeon agar bisa meredam tawanya dengan menutup mulutnya. Ia masih tertekeh dan setelah menarik napas dalam-dalam ia pun tersenyum.

“Niatnya sih seperti itu, tapi sepertinya appaku sudah bisa membaca taktikku.”

“Maksudnya dengan membaca taktik?” tanya Kyuhyun

Se Ryeon menghela napasnya, “Saat diberitahu kalau aku akan dijodohkan lagi, appaku langsung mewanti-wanti diriku ‘Ini pria yang terakhir, appa tidak mau pria ini lari dengan beribu alasan seperti pria yang lalu-lalu.’ Jadi kau tidak perlu khawatir,” Se Ryeon menunjukkan layar Ipadnya pada Kyuhyun, “Aku hanya membaca berita karna sejak tiga hari yang lalu aku tidak pernah menyentuh TV dan Ipadku. Aku menyentuh Ponselku sih, itupun kalau ada telpon atau pesan yang masuk.” Ucap Se Ryeon sambil tersenyum simpul dan mengangkat bahunya.

Tanpa memperdulikan layar PSPnya yang menampilkan ‘Game Over’ Kyuhyun langsung mematikan PSPnya itu dan kembali fokus pada Se Ryeon.

“Jadi kau lebih mementingkan membaca berita dibanding calon Suamimu ini?” tanya Kyuhyun dengan senyum tertahannya begitu melihat Se Ryeon menutup mulut dengan kedua tangannya.

“Aku khawatir, nanti kau juga akan melakukan hal yang sama dengan PSPmu itu.” jawab Se Ryeon yang membuat Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tidak akan,” ucapnya. Membuat Se Ryeon berhenti tertawa. “Aku tidak akan pernah mengabaikan Istriku yang…” ucapannya menggantung begitu saja, kata cantik, menggemaskan, dan manis sepertimu ditahannya untuk terucap dan membuatnya menyebar keseluruh wajahnya.

Se Ryeon menaikkan sudut alisnya, “Yang…?”

Kyuhyun masih terdiam, tidak biasanya ia terdiam seperti ini. Mulutnya masih setengah terbuka, “Yang katanya pintar memasak sepertimu.”

Eoh? Ahh, sepertinya aku lumayan dalam hal itu.” ucapnya dengan tersenyum simpul. Tiba-tiba ide yang dirasanya aneh itu muncul bagaikan lampu terang yang tiba-tiba keluar dari kepalanya.

“Kalau kau mau, mungkin dalam dua atau tiga hari kedepan kau bisa mencoba masakanku.”

Jeongmal? Eoddi?” tanya Kyuhyun yang sama sekalin tidak menyembunyikan rasa bersemengatnya yang muncul begitu saja.

“Y-Yah, kalau kau mau sih.” Jawab Se Ryeon sedikit ragu.

“Tentu saja aku mau!”

Keduanya langsung terdiam karna seruan Kyuhyun yang begitu terlihat bersemangat. Ia langsung memperbaiki posisi duduknya dan berdehem pelan, “Maksudku.. Ya, tentu saja. Bagaimana kalau di apartementmu saja? Bukankah kau tinggal terpisah dengan orangtuamu?”

Se Ryeon menghembuskan napas begitu mendengar Kyuhyun mencetuskan ide untuk memakan masakan buatannya di apartementnya saja. Bisa di cap yang aneh-aneh dirinya kalau sampai mengajak Kyuhyun duluan, mesipun mereka akan menjadi sepasang Suami-Istri.

“Ide bagus, di apartementku saja. Besok lusa, bagaimana?”

Kyuhyun mengangguk setuju dan meminta Se Ryeon membuatkannya masakan Korea saja, karna baginya percuma saja wanita asli Korea Selatan bisa membuat masakan dari negara lain sementara masakan Tanah Air sendiri tidak bisa dibuatnya. Dan Se Ryeon setuju akan hal itu.

Setelah bertukar nomor telpon dan Se Ryeon memberikan alamat apartementnya pada Kyuhyun mereka pun beranjak keluar dari ruangan V.I.P tersebut –dengan Kyuhyun yang mengenakan kacamata hitam serta topi- mereka pun berjalan beriringan.

Terbersit keinginan untuk menggenggam tangan Se Ryeon saat memasuki ruang restaurant yang dipenuhi banyak orang, karna ada bagitu banyak pasang mata yang mencuri pandang ke arah wanitanya itu. Tapi ia masih merasa aneh, meskipun Se Ryeon adalah wanitanya –mengingat mereka telah dijodohkan- tapi menggenggam tangannya dipertemuan pertama mereka masih terasa kurang ajar baginya. Wanita disampingnya ini bukanlah gadis gampangan yang tidak masalah jika disentuh seenak dirinya saja.

Akhirnya keinginan itu pun harus berakhir sebelum dilaksanakan karena mereka sudah berada di luar restaurant.

Melihat raut wajah Kyuhyun yang berubah dari sebelumnya membuat Se Ryeon merasa heran, ia menarik-narik dengan pelan lengan kemeja Kyuhyun –karna itu satu-satunya cara paling sopan yang biasa ia lakukan pada pria yang baru dikenalnya- dan menatap pria itu dengan pandangan yang tanpa disadarinya mulai terlihat khawatir.

“Kau baik-baik saja, kan?”

Suara halus itu sontak membuat Kyuhyun menoleh dan bertatapan langsung dengan manik mata Se Ryeon. Ia hanya bisa berkedip karna jarak wajah mereka yang begitu dekat dan setelah mensinkronkan kembali otak dan seluruh sel sarafnya ia pun akhirnya bisa tersenyum.

“Hmmm, aku baik-baik saja. Wae?”

Se Ryeon menahan napas dengan lega, “Aniyo, hanya merasa aneh saja dengan raut wajahmu yang berubah.”

Mereka kembali berjalan menuju parkiran restaurant bertingkat dua tersebut dengan jemari Se Ryeon yang masih menggenggam lengan kemeja Kyuhyun.

“Tidak,” Kyuhyun menurunkan tangan Se Ryeon dari lengan kemejanya lalu menggenggam tangan itu. Ia menoleh memandang Se Ryeon yang menatapnya dengan terkejut, “Aku baik-baik saja.”

Melihat Se Ryeon yang sama sekali tidak menjawab dan hanya memandanginya saja ia pun tersenyum, “Tidak apa-apa kan kalau menggenggam tangan calon Istriku?”

Semburat merah yang tadi muncul kini kembali menghiasi wajah Se Ryeon, well, dia memang belum merasakan apa pun pada pria dihadapannya ini. Tapi wanita mana yang wajahnya tidak akan memerah kalau di’goda’ oleh calon Suaminya sendiri?

***

Seorang gadis dengan rambut hitamnya yang kini terlihat sedikit berantakan kini sedang berlari-lari kecil di koridor Rumah Sakit tempatnya magang, Seoul National University Hospital. Ia memperbaiki kunciran ekor kuda rambutnya dan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu langsung masuk ke sebuah ruangan.

Eonni mencariku?!” serunya.

Sementara orang yang dipanggilnya sebagai Eonni hanya bisa menatap sebal pada gadis yang sudah ia anggap seperti Dongsaeng nya sendiri.

“Sarah Jung!” pekiknya “Untung saja aku tidak lemah jantung! Ketuk pintu dulu sebelum masuk, kau ini!” desis Se Ryeon. Sementara gadis blasteran yang diteriaki hanya bisa terkekeh mendengarnya.

Sorry eon.” Ucapnya sambil memperbaiki letak poninya dan duduk dikursi yang ada dihadapan meja kerja Se Ryeon. “Ada apa eonni mencariku?”

“Setelah jam makan siang kau free, kan?” tanya Se Ryeon sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya pada layar Ipod putih miliknya.

“Ya, jadwalku hanya sampai jam sebelas siang dan aku tidak ada jadwal kuliah hari ini, memangnya kenapa eonni?”

Se Ryeon menumpukan kedua sikunya pada meja dihadapannya lalu mecondongkan tubuhnya ke arah Se Ryeon, “Temani aku belanja yah? Pleaseeee.” Ucapnya sambil memasang wajah berseri-serinya pada Sarah.

“Hah eonni, kirain mau apaan.” Sarah menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi dan selang beberapa detik kemudian meringis “Bukannya eonni sudah belanja minggu lalu yah? Waktu itu kan aku juga beli beberapa novel, masa belanja lagi?” tanyanya

Se Ryeon mengibas-ngibaskan telapak tangannya dengan cepat didepan wajah Sarah, “Aku ingin membeli beberapa bahan untuk membuat Bulgogi dan Jajangmyeon.”

“Tumben nih, ada tamu yang mau datang?” tanyanya dengan satu alis terangkat. “By the way, eonni belum cerita deh soal calon Ke-Tiga Belas eonni ke aku,” Sarah memajukan tubuhnya dan memandang Se Ryeon dengan pandangan panasaran yang berkilat-kilat di mata bulatnya “So?”

Se Ryeon mengangkat bahunya “Mau bagaimana lagi, ku terima.”

Sarah memelototkan matanya pada Se Ryeon, demi Tuhan dan segala ciptaan-Nya, seorang Park Se Ryeon, dokter hebat dengan kecantikannya yang membuat banyak pasang mata melirik, anak tunggal dari Menteri Pendidikan di Korea Selatan, akhirnya menyetujui untuk menikah di usia mudanya? Yang selama ini ditentangnya karna ia tidak ingin menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai dan kenal… Sarah hanya bisa geleng-geleng kepala.

Sementara Se Ryeon mendelik sebal pada Sarah dengan satu alisnya yang terangkat, “Please!!! Nggak usah sampai menganga kayak gitu deh, Sar. Lagian aku nggak bakalan menikah dalam waktu dekat ini kok.”

“Emang calonnya siapa, eon?” tanya Sarah dengan suara yang masih belum stabil. Ia masih tidak menyangka seorang Park Se Ryeon yang selama ini begitu malas berurusan dengan Kaum Adam itu akhirnya menyetujui perjodohan yang selama ini selalu di upayakan oleh orang tuanya.

Se Ryeon menggaruk tengkuknya, bisa mati berdiri Sarah kalau sampai mengetahuinya. Gadis blasteran itu kan begitu menggilai semua penyanyi naungan SM Entertaiment. Tapi cepat atau lambat Sarah pasti akan tahu, lebih baik sekarang daripada nanti Sarah mendengarnya dari orang lain –yang Se Ryeon harap tidak akan ada orang lain yang tahu.

“Errrr, kau jangan kaget yah?”

Sarah mengangguk dengan pasti dan Se Ryeon semakin merasa tidak enak untung mengatakannya. Tarik, hembuskan, tarik, hembuskan, tarik, hembuskan.

“Cho Kyuhyun”

Entah karena otak gadis itu sedang macet karna belum diberi pelumas atau karena ia sama sekali tidak berpikiran jauh, Sarah menyandarkan tubuhnya kembali pada sandaran kursi dengan mulut bulat yang membentuk huruf O.

“Namanya sama yah dengan Kyuhyun Super Junior.” Ucapnya dengan santai pada Se Ryeon. Sementara Se Ryeon hanya meringis mendengar Sarah yang sama sekali belum ngeh.

Seakan mesin-mesin diotaknya yang sedang macet baru saja diberi pelumas dan akhirnya bekerja seperti semula, mata bulatnya semakin melebar dan mulutnya kembali menganga secepat dengan pergerakan pikirannya yang semakin menuju ke titik terang. Dan saat itu juga, ketika ia sudah mencapai titik terangnya Se Ryeon harus menutup kedua telinganya begitu mendengar teriakan Sarah yang lebih heboh daripada saat ia menemani gadis itu menonton SM Town World Tour III.

“Sarah Juuuuung!!!! Stooooop!!!!”

***

“Daging Sirloin, Mie basah, saus gochujang dan Chunjang, dan… zukini.” Sarah menaikkan sudut alis kirinya begitu melihat belanjaan Se Ryeon yang terlihat terlalu sedikit baginya. “Eonni hanya mau membuat Bulgogi dan Jajangmyeon?” tanyanya ragu

Se Ryeon mengangkat bahunya “Bukankah Cho Kyuhyun suka makan Jajangmyeon?”

“Tanpa sayur?” tanya Sarah dengan wajahnya yang meringis.

“Bukankah Cho Kyuhyun tidak suka sayur?” tanya Se Ryeon balik.

Well, yeah. Tapi eonni?” tanyanya lagi dengan menggaruk tengkuknya.

Sekali lagi Se Ryeon mengangkat bahunya “Kan ada zukini.”

Sarah mengangguk dan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak pernah menyangka seorang Cho Kyuhyun, member termuda dari boyband asal Korea Selatan yang kini terkenal seantaro dunia, Super Junior, yang akan menjadi suami dari Park Se Ryeon.

Untuk soal media dirinya yakin Se Ryeon bisa mengatasi hal itu, tapi untuk para fans, E.L.F terutama Sparkyu apakah mereka bisa menerima semua itu? Bagaimana dengan sasaeng fans? Atau tidak perlu yang terlalu mengerikan. Bagaimana dengan para fans yang men-shipper kan Kyuhyun dengan Seohyun-yang paling utama, Victoria, Sooyoung, Yuri dan entah beberapa artis lagi. Ia merinding membayangkan itu semua dan melirik horor pada Se Ryeon.

“Apa?” tanyanya dengan wajah datarnya. Sarah yang dipandang seperti itu oleh Se Ryeon hanya bisa menggaruk-garuk tengkuknya den memberikan seringainya pada Sarah.

“No problem, just thinking something that you will face in the future if you… yeah, marry with Kyuhyun.”

Se Ryeo tersenyum pasrah mendengar hal itu “Kau mungkin akan melakukan hal-hal yang kau pikirkan itu kalau saja aku malah dijodohkan dengan Park Chanyeol.” Godanya sambil menaik turunkan kedua alisnya.

“Eonni! Ish.” Se Ryeon tertawa begitu melihat wajah cemberut Sarah yang lebih mirip seperti anak kecil yang diberitahu kalau ibunya adalah milik kakaknya dan bukan dirinya.

“Jadi dia akan datang ke apartement eonni? Makan malam disana?

“Begitulah, aku tidak bisa berbicara bebas dengannya kalau kami makan malam di Restaurant –meskipun itu diruangan V.I.P.” jawab Se Ryeon sambil memasukkan beberapa macam buah pada troli belanjanya.

Tanpa bisa ditahan oleh dirinya, begitu menyadari Se Ryeon betul-betul akan menikah, rasa haru menyebar dalam diri Sarah. Seseorang yang telah menjadi kakak baginya saat ia di ospek dulu. Tanpa sadar ia sudah melingkarkan tangan kanannya pada bahu Se Ryeon dan memeluk wanita yang berbeda dua tahun dengannya itu begitu erat.

“Aku nggak nyangka eonni bakalan nikah.” Ucapnya pelan.

Sarah juga merasakan hal yang sama, cepat atau lambat hal itu pasti akan terjadi. Setidaknya Tuhan begitu baik hati sehingga memberinya waktu –entah berapa lama- untuk bisa mengenal dan memahami calon suaminya yang merupakan idola terkenal itu.

Se Ryeon balas menepuk bahu Sarah “Aku juga tidak menyangknya itu, tapi tolong berhenti memelukku seperti itu. Memangnya kau mau kita dikira yang tidak-tidak?” dan seketika itu juga Sarah melepaskan pelukannya dan terkekeh pada Se Ryeon sebagai tanda permintaan maafnya.

***

Cho Kyuhyun bersandar dengan mata terpejam saat akhirnya jadwalnya seharian ini berakhir, perutnya yang terasa kosong kini minta diisi. Bukan dengan sesuatu dari Restaurant ataupun tempat makan bertenda yang ia lalui. Tapi sesuatu yang telah dibuat oleh seseorang yang nanti akan selalu mebuatkan makanan untuknya. Senyum menghiasi wajahnya yang masih dengan mata terpejam.

Seharian ini –ohh, bahkan sejak selepas ia bertemu dengan Se Ryeon- wajahnya tidak pernah tidak menampilkan senyum mengembang. Ketika sedang berbicara dengan orang-orang dilingkungan kerjanya atau ketika ia sedang berada di dorm bersama para member Super Junior yang lain. Yang agaknya membuat para member yang lain terkikik geli karrna alasan itu. Tidak menyangka kalau adik paling kecil mereka –setelah Henry tentu saja- akan segera mendahului mereka. Lebih tepatnya, tidak menyangka adik mereka itu sama sekali tida memberontak ataupun menolak, tiba-tiba saja pikirannya menjadi begitu dewasa dengan berkata “Setidaknya aku bisa membahagiaka orang tuaku dengan hal ini, jasa mereka terlalu besar sehingga rasanya ini saja tidak cukup.” Perkataan yang begitu bijak dan sangat berbakti pada orangtua sampai Kyuhyun melanjutkan perkataannya “Lagian calonku juga cantik, jadi kenapa harus kutolak?”

Ia terkekeh meningat kejadian itu, apalagi Shindong, Kang In, dan Siwon yang langsung memarahinya karna menyetujui dijodohkan hanya dengan alasan ‘calonku itu cantik’.

 

Sesampai di dorm ia langsung masuk ke kamarnya dan kembali memastikan pakaian yang akan dikenakannya masih berada dilemari pakaiannya dan tetap terlihat mulus. Sungmin hanya berdecak dan menggeleng melihat tingkah Kyuhyun yang seperti anak kecil yang memastikan Ice Cream nya masih berada didalam kulkas dan tidak dijamah oleh orang lain.

Kyuhyun bersiul dengan riang dan duduk di samping Eunhyuk. Matanya menatap ke layar TV Plasma meskipun saat ini pikirannya sedang tidak terpusat pada layar TV yang entah mengapa menampilkan drama berjudul entah apa, Kyuhyun tidak terlalu memikirkan. Eunhuk, Donghae, Ryeowook, Henry terlihat begitu serius menyimak drama itu.

Saat ini pikiran Kyuhyun terpusat dengan makan malamnya di apartement Se Ryeon nanti malam. Ia punya kurang lebih dua jam waktu untuk bersantai sebelum mandi dan bersiap-siap lalu berangkat ke apartement Se Ryeon yang berada di Yeong-deungpo.

Ia melirik kesana kemari dan memperhatikan kalau rasa bahagianya itu tidak berpengaruh kepada empat orang pria bertubuh dewasa yang sedang memasang wajah tegang begitu melihat adegan dimana seorang pria menunggu di luar pagar rumah seorang gadis, ditengah hujan deras yang mengguyur, memohon, meminta maaf pada gadis itu. Sementara gadis itu hanya bisa memandangi dari atas kamarnya, tidak tega melihat pria itu kehujanan di malam yang begitu dingin itu. Tapi egonya terlalu tinggi, rasa sakit yang diakibatkan pria itu begitu membekas dan menjadi lubang menganga dihatinya. Lalu pria itu berkata kalau dilakukannya hanya lah sebuah ketidaksengajaan, misconception.

Kyuhyun menggeleng pelan, ia tidak mau perasaannya berubah kacau karena menonton drama entah apa judulnya itu. Beranjak dari sofa meninggalkan empat pria berbadan dewasa itu lalu melangkahkan kakinya menuju dapur, ia butuh air.

***

Setelah mengistirahatkan tubuhnya sebentar, Se Ryeon mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasaknya. Apron dengan gambar kartun seorang gadis dan segala makanan yang terlihat lucu itu menempel ditubuh rampingnya.

Mencuci tangan lalu bahan-bahan yang harus dicuci. Rambut hitamnya yang disanggul agak asal-asalan itu membuat beberapa helai rambutnya jatuh di sisi wajahnya.

Kemarin Kyuhyun menelponnya sekedar untuk menanyakan kabar dan apakah dirinya sudah makan malam, tepat saat ia akan memberikan madu pada kulitnya sebelum tidur. Cukup lama percakapan diantara mereka, sebenarnya Kyuhyun tidak masalah jika mereka mengobrol lebih lama lagi. Tapi Se Ryeon tahu pria itu butuh istirahat dan tidur cukup begitu pun dirinya. Dan betapa bodohnya ia membiarkan singa hutan masuk ke dalam kandang para domba…

Ia masih bisa mengingat dengan jelas pertanyaan Kyuhyun

Mungkin aku harus menginap di apartementmu supaya kita punya banyak waktu untuk mengobrol besok?”

Dan betapa konyol responnya saat itu, tertawa! Dan setelah mengucapkan selamat malam percakapan pun terputus. Lima menit seelah itu ia mencoba menghubungi ulang Kyuhyun tapi ponsel pria itu sudah tidak aktif.

Kyuhyun –dan mungkin pria yang lain- akan menganggap tawanya itu sebagai jawaban ‘Ya’ yang tidak terucap karena dirinya terlalu malu untuk mengucapkannya. Uhhh!

***

 “Saya sudah memesan sebuket Mawar Biru dan Putih atas nama Marcus tadi.”

Kyuhyun menatap pelayan toko bunga itu dari balik kaca mata hitamnya. Wajahnya juga tidak terlalu terlihat mengingat ia juga mengenakan topi untuk menutupi wajahnya. Sementara pelayan itu mengambil bunga yang sudah di pesannya tadi pagi Kyuhyun menikmati berbagai macam bau wangi dari bunga-bunga yang ada di toko bunga itu.

Tapi ada satu yang membuatnya tertarik, wangi yang menguar dari seorang wanita berambut coklat gelap disampingnya. Wanita itu tersenyum menggoda pada Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa senti dari dirinya. Mengedip pada Kyuhyun yang tanpa disadarinya membuat seringai menghiasi wajah Kyuhyun.

Agak murahan, tapi adakah singa yang menolak jika diumpankan sebuah daging lezat?

 

To Be Continued

Ohhh, jangan omeli saya untuk bagian akhir itu. /plak/

Salah satu alasan kenapa ff saya dengan Main Cast Kyuhyun lebih sedikit daripada Chanyeol karna otak saya nggak bisa menerima kalau Kyuhyun dan saya itu punya kisah sedih dan berakhir tidak baik.

Tapi lama kelamaan berpikir ulang karna sebuah plan yang sayang banget kalau nggak terlaksana. Ini kan ‘hanya’ cerita fiksi, tidak terbatas. Idola ‘hanya’ sebagai tokoh fiksi dan menggunakan sifat sebagai pengembangan dari tokoh karakter itu sendiri. Dan tidak ada salahnya kalau kita OOC (Out Of Character) /kalau nggak salah/ saat membuat cerita fiksi. Ini kan imajinasi kita?

Jadi dengan merapalkan doa agar Kyuhyun tetap menelpon saya meskipun telah dibuat berbeda dengan karakternya, terciptalah Fanfiction yang nggak jelas ini 😀

Sebenarnya saya juga nggak tahu lagi ngomong apa, mungkin efek dari nggak bisa ngedownload lagu satu albumnya EXO karna kuota modem saya sudah habis dan itu berarti saya juga tidak bisa mendownload MV dan lagunya abang Henry TT.TT

Thank for reading 🙂 sorry kalau ada typo dkk di fic ini, saya nggak sempat ngedit XD

 

See ya! 😉

 

 

 

Advertisements

Published by

Black Pearl

A girl with a lot of things in her mind and also known as Salt77.

Share Your Mind, Please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s