Menghindari Kelabu

satu

Kau membangunkan aku dengan sentuhan sedikit kasar pada pipiku, telapak tanganmu yang nyatanya lebih rajin bersentuhan dengan busa sabun cuci piring dan pakaian dibanding aku dengan nakal menyusuri leherku. Kau tak akan berhenti sampai aku benar-benar membuka mata. Kemudian menikmati wajahmu yang kali ini berselimut kelabu.

Tiba-tiba saja aku menjadi benci pada awan dan apapun itu yang kelabu. Terutama Continue reading Menghindari Kelabu