Jika Saja

Jika saja aku mencintaimu

Seperti matahari menyinari bumi tanpa pamrih

Jika saja aku mencintaimu

Seperti bumi mengelilingi matahari tanpa pamrih

Jika saja aku menyadari

Bahwa kau dan aku bukanlah matahari dan bumi

Kau adalah kau

Aku adalah aku

 

 

 

Advertisements

Muak

Ini bukan cerpen, ini bukan apapun itu. Saya hanya ingin menguraikan sesuatu, bahwa beberapa hal membuat saya muak. Saya muak dengan banyak bicara, saya muak dengan mengumbar sana dan sini. Saya bahkan muak melihat semua postingan foto teman-teman saya di Instagram, entah kenapa.

Saya tahu, harusnya saya tidak merasa menjadi orang yang paling hebat. Tapi, saya tidak paham atas segala… saya tidak tahu harus menjelaskannya seperti apa. Saya tetap ingin terkoneksi dengan dunia tanpa harus benar-benar memperhatikan. Kalau bisa, saya ingin ke dunia di mana Squidword -benarkan saya jika salah menuliskan nama- hanya sendirian.

S-E-N-D-I-R-I-A-N.

Saya bahkan tidak tahu kenapa saya harus mengetikkan ini. Tetapi, ini adalah curahan dimana saya percaya tidak akan ada yang melihat. Kecuali sedang iseng. Ia, saya memang se-tidak-jelas ini. Saya muak dan lebih muak lagi karena tetap melakukan apa yang membuat saya muak dan masih merasa keren -oke, saya ingin muntah- seakan saya butuh pujian. HAHAH.

Saya iri pada mereka yang aktif tapi mampu menyembunyikan pribadinya. Saya benci pada diri saya yang suka mengumbar dan pada saat saya mengharapkan pujian, seakan saya membutuhkan itu untuk membuat saya terlihat ada. Tetapi, saya lebih muak lagi pada mereka yang diam dan beraninya hanya di belakang punggung saja. Seakan mereka adalah orang paling baik yang tidak tega untuk mengeluarkan amarah mereka, nyatanya mereka hanya munafik. Dan saya lebih muak lagi pada diri saya sendiri yang merasa lebih baik pada mereka, merasa tidak tahu.

Merasa kerdil.

Lagi, berani-beraninya orang kerdil seperti saya mengkerdilkan orang lain!