Paradoks

paradokss

Hari ini aku kembali membaca sebuah novel berjudul Klandestin, salah satu babnya berjudul Paradoksal. Pada bab itu, Nala Anarki mencium Nirbita Arunika yang begitu kuat dikatakannya bahwa ia tidak mencintainya. Sekalipun ia berusaha melindungi wanita itu dari malapetaka yang berusaha mengejarnya.

Aku mempertanyakan diriku sendiri hari ini. Betapa paradoksnya aku, dengan perasaan, pikiran, serta perbuatan yang bertentangan. Kukatakan aku tidak menyukainya, tetapi tanganku tergelitik untuk melihat sosial medianya. Kukatakan aku tidak mencintainya, tetapi sering kali rasa peduliku terasa berlebih padanya. Kukatakan aku telah mengikhlaskannya, tetapi masih amat sangat kukenali wajahnya. Kukatakan aku tidak lagi memikirkannya dan mengharapkannya, nyata aku membutuhkan dirinya.

Dalam diamku.

Apa yang salah dengan diriku?

Advertisements

Binar Cinta dan Bendungan Luka

tumblr_mwrcmx68Yj1spnh7xo1_500

Mata tak kan pernah berbohong, itu yang ku tahu

Ia menunjukkan segalanya, hingga bagian terdalam sekalipun

Dan aku membenci fakta aku mengerti itu

Aku membenci perasaan tak bernama yang ku rasakan

Matamu tak berbohong

Menatapnya ia memancarkan sinar yang jernih

Begitu tulus

Kau mungkin tak pernah mengatakannya

Tapi aku mengerti satu hal

Kau bukan sekedar tertarik

Kau mencintainya

Binar matamu menunjukkan itu

Dan. . .

Sekuat apa pun logika menarik perasaan

Ia tetap saja terluka

Perasaan terluka oleh binar matamu padanya

Dan ia dengan teganya membuat mata membendungkan air

Perasaan terluka dan ia tak peduli, ia hanya peduli ia sakit

Terima kasih logika untuk tak pernah pergi

Terima kasih telah membujuk mata agar tak meneteskan bendungan airnya

Terima kasih untuk selalu ada di dekat perasaan

Yang kini terluka akibat kebodohannya sendiri

Hari ini

Ada matamu yang berbinar penuh cinta

Dan mataku yang membendungkan air luka hati

Untuk Yang Mencoba

tumblr_envelope_letter

Teruntuk perasaan yang kemarin mencoba mengerti

Kembali mencoba memahami bersama logika

Terima kasih untuk pengertianmu

Untuk semua debaran pelan menenangkan karna tatapan itu

Untuk semua rasa nyaman yang dulu selalu hadir

Untuk semua keanehan ketika ia terlalu dekat denganku

Pun untuk rasa cemburu yang berusaha kau redam saat melihatnya merangkul dan bercanda dengan yang lain

Terima kasih karna kau mau kembali berangkulan dengan logika

Percaya padaku

Kita tak akan pernah merasakan sakit jika kau mau seperti dulu

Berangkulan bersama logika

Dan karena saat ini kau sedang tak stabil, megertilah

Biarkan logika berada di depan untuk melindungimu

Kita bisa sama-sama tersenyum untuk semua momen biasa yang sekarang tak lagi biasa bagi kita

Hanya saja kau tak boleh lupa

Bahwa hal itu biasa

Kau yang membuatnya menjadi tak biasa

Teruntuk perasaan, terima kasih

Ku mohon jangan pergi lagi seperti akhir-akhir ini

Jangan pernah tinggalkan logika

Mimpi Yang Salah

holding hands gif

Tak ada yang salah dengan bermimpi, kau dibebaskan untuk itu.

Tentang apapun itu, tak masalah.

Meskipun itu adalah sesuatu yang mustahil, jelas sekali tak akan terjadi –terlepas dari segalanya mungkin.

Pun jika kau berharap mimpimu menjadi kenyataan, tak masalah.

Selama mimpi itu realistis dan masuk kategori mungkin.

Yang salah dari bermimpi itu ketika kau mengharapkan yang mustahil menjadi kenyataan.

Mimpi yang masuk kategori jelas sekali tak akan terjadi.

Contohnya?

Memimpikan bisa bersama denganmu

Tak masalah.

Berharap mimpi bisa bersama denganmu menjadi nyata.

Salah.

15

happy_birthday_from_chef_danbo_by_cj_caty-d52p3s2

 

‘Cause when you’re fifteen and somebody tells you they love you

You’re gonna believe them

And when you’re fifteen, don’t forget to look before you fall

I’ve found time can heal most anything

And you just might find who you’re supposed to be– Taylor Swift

 

Syalalalala~ I’m 15 years old right now \m/

Harusnya hari ini menjadi hari spesial. Apalagi dengan angkanya 0707 🙂 Continue reading 15

Sorry. . .

Alone-blonde-cute-girl-sunset-sadness

 

Aku tahu peringatan itu sudah kau berikan berulang kali… dan berulang kali pula aku melanggarnya. Mendekati, berusaha dekat dan akrab denganmu… tapi semua hasilnya sama. Kau tetap teguh pada pendirianmu. Tidak ingin bersamaku… meskipun berulang kali aku sudah mengatakan bahwa aku hanya ingin menjadi temanmu, tapi jauh di lubuk hati, semuanya lebih dari sekedar teman. Dan kau tahu akan hal itu, karena setiap kata ‘hanya sebatas teman’ memiliki arti yang lebih daripada itu. Mungkin… mungkin ini yang terakhir kalinya. Aku akan pergi dan menjauh. Menghilang dari kehidupanmu. Maaf kan aku yang selama ini selalu membuatmu risih, maaf.