butuh waktu

kenapa aku harus memuja langit?

aku ingin memuja bumi saja

bumi bisa kupijaki

langit tidak

keyboard sialan

ia biarkan aku  mengumpat tentangnya

atau ia hanya ingin aku untuk belajar lebih memahaminya saja?

hah! lihat berapa kali aku harus mengulang?

tetapi, tunggu.

kurasa aku mulai mengerti

hanya butuh waktu

9 Hirup Napas

Hirup pertama, mungkin kau baru saja menoleh

Hirup kedua, kau baru saja meraih ponselmu

Hirup ketiga, kau memperhatikan namaku di layar ponselmu

Hirup keempat, kau tersenyum menyadari itu adalah  aku

Hirup kelima, kau segera menggeser jemarimu

Berkata halo kepadaku

Namun hingga hirup kesembilan

Perempaun cerewet diseberang  sana yang menjawab

nomor yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini, silahkan tinggalkan pesan suara dengan mengetik bintang nomor tujuan, biaya  tiga ratus tiga  puluh rupiah per menit.

Setiap sembilan hirup napasku, selalu, selalu.

Kuhapal tanpa kuminta.

***

mengetik pake keyboard eksternal Ya  Allah sabarkan aing:”)) hahaha (ceritanya  sedang mengetes-ngetes tapii mennghabiskan  kesabaran ummm)

 

 

 

 

it’s not about the afraid about being alone

it’s about how i need you

but baby you forget something

i am already alone before you come

go!

go if that’s what you really want

the only reason i am still holding your hand is…

…not because i am afraid to be lonely

it because i love you, that’s why i need you

but baby if you want to go

then, just go.

inspired by Martin Garrix x Dua Lipa song Scared To Be Lonely

Benarkah?

janji kau akan melakukannya?

janji kau tak akan pergi?

aku takut jika telah kuserahkan semuanya

kau malah pergi

aku bahkan tak yakin dengan kata hatiku

bagaimana jika aku yang menanggapinya secara berlebihan?

bagaimana jika kau memang tak lagi mencintaiku?

 

terinsipirasi dari lagu Fiersa Bersari berjudul Hingga Napas Ini Habis

Nafi (1)

tak lagi mau ku cari kamu

entah itu di malam yang panjang

entah itu di setiap bayang kalau senyummu hadir

toh, kau tak ada

tiada

tak lagi mau kucari kamu

lelah

memangnya, kenapa harus selalu kamu yang dicari?

terinspirasi dari lagu Payung Teduh berjudul Kucari Kamu

Nafi

aku tidak menginginkan kenangan yang dulu

aku menginginkan kita berdua membuat lebih banyak lagi kenangan

aku tidak rindu kau yang dulu

juga hal-hal yang dulu kita lakukan

aku rindu kau sekarang

aku ingin mengobrolkan segala hal bersamamu

entah kecil entah besar

aku tidak mau kau pergi

jantan lah!

tepati segala janjimu

terinspirasi dari lagu Fiersa Besari berjudul Nadir

Seringai

tumblr_m4p37thrzZ1r9ol4o

(pic via tumblr)

Jika bisa kubahasakan dan kubukukan, akan coba kupahami bahasa yang diujarkan kedua matamu melalui tatapan itu. Tatapanmu pada langit luas yang seakan tak memiliki batas bersentuhan dengan lautan. Tatapanmu setiap kali kedua sudut bibirmu tersenyum kecil kepadaku, menatapku bagai benda antah berantah di imajinasimu yang kini hadir tepat dihadapanmu.

Tetapi, aku tak mengerti bahasa yang diucapkan oleh kedua matamu.

Aku pun tak mengerti sirat yang dipancarkan bibirmu yang melengkung dengan dua sudut ke atas itu.

Inginkah kau menuliskannya pada salah satu lembar hari yang kita miliki? Hari ini, jika bisa.

Sekali lagi, kau hanya berbicara dengan kedua matamu. Satu sudut bibirmu jauh lebih tinggi dibanding sudut lainnya. Apa bumbu dari seringai itu yang terasa seperti kegelianmu padaku?