Jawaban Tak Utuh

Satu pertanyaan yang jawabannya akan selalu kulanjutkan hanya di dalam kepalaku, percakapan yang seharusnya didengarkan oleh si penanya tetapi hanya aku dan Allah yang tahu.

Are you OK?”

Aku menoleh dan hanya tersenyum simpul, menatap seakan berpikir sejenak sebelum menjawab. “Yup, I’m fine,” kemudian aku akan menyambung kalimat tersebut di dalam hati sembari tetap menatap di kedua matamu.

Aku baik-baik saja, baik-baik saja dengan kehidupan sementara di Bumi ini yang membuatku menangis tiada henti seakan Allah sengaja mengatur semesta untuk memporak-porandakan semua hal yang ada di sekitarku, juga diriku. Aku baik-baik saja sebab ada banyak yang lebih tidak baik dibanding diriku, dan yang jauh lebih penting ini hanyalah sementara.

Kau mengangguk, melanjutkan melakukan hal lain sambil sesekali melempar pertanyaan lain kepadaku. Tentu saja kujawab dengan tidak sepotong-potong, hanya jangan tanyakan apakah aku baik-baik saja.

Sebab, kau tidak akan mendapatkan jawaban yang utuh dariku.

Advertisements

Whatev

I want to cry and scream really loud as could as possible

But I know it would not stop him

I am totally freaking afraid after what happened

But the most of all it’s all because of I don’t fucking want to

I don’t want to live the life that I hate

Blaming someone for the hurt and all the worst

I don’t want to

Live the life you want

So do I

 

Buta

tumblr_static_tumblr_static_filename_640

(pic: tumblr.com)

Semua mata terbuka

Begitu lebar

Tetapi mereka tidak melihat apa-apa

Mereka hanya bergerak begitu saja

Tidak ada saraf yang bermasalah

Tetapi mereka semua mati

Tak ada yang mampu merasa

Hanya ketika akan mati

Mereka baru sadar

Sadar dalam ketiadaan

Sebab tak ada yang mereka tahu

 

(Berusaha meminimalkan buka-buka IG dan kalau buka atau mau stalking orang-orang yang isi IG-nya sangat mengedukasi, menginspirasi ataupun menghibur pake akun lain karena tidak mau postingan orang-orang terdekatku tenggelam. Meskipun bisa diatur siapa di atas yang terlihat duluan tapi bagiku tetap saja aku harus scroll lagi kalau misal butuh asupan-asupan dari orang-orang yang menurut aku teladan. Dan rasanya aneh sekali kenapa remaja jaman sekarang menghina orang-orang sampe segitunya, kebebesan berbicara dan berpendapat seakan-akan menjadikan manusia tidak lagi manusia. Tetapi binatang.)