11:11

ada makna

untuk masing-masing orang

kurasa aku belum menemukan yang sebenarnya

itu sebabnya langkahku masih sendiri

tidak masalah sebenarnya

tetapi

aku ingin tahu

apa ini?

Advertisements

Egois

Kurasa aku memang egois, sering kali aku memasukkan duniaku pada dunia yang tidak semestinya. Begitu dunia itu melupakanku aku malah marah dan merasa terabaikan. Padahal aku sendiri yang membuatnya begitu.

Hari ini kurasa cukup, besok aku tidak ingin kemana-mana dan aku sangat ingin menyelesaikan bacaanku yang belum selesai. Jika tubuh dan otakku masih mau bekerja sama mungkin aku akan menerjemahkan sebuah cerita pendek. Kenapa dan untuk apa akan kujelaskan nanti.

Ketika Saya Tidak Bisa Tidur

Saya sudah menonton My Mister hingga episode… 7? 8? Haha, tiba-tiba saja saya lupa dan tidak berniat untuk mencari tahu, saya akan ingat begitu melihat adegan pertama episode yang saya tonton. Sekarang pukul 23:42 WITA atau 11:42 PM dan saya tidak bisa tidur, mungkin karena kopi yang saya minum sore ini, mungkin karena saya sangat ingin menulis sesuatu atau bercerita sesuatu atau mengatakan sesuatu dan saya perlu menunggu kuota malam saya, saya tidak yakin ada manusia yang akan dengan sepenuh hati mendengarkan saya pada dini hari selain orang tua, itupun mereka mungkin akan mengira saya mengigau, kelelahan, atau stres karena hanya berada di rumah dan tidak kemana-mana.

Saya menikmati waktu saya membersihkan, memasak, belajar, bermain bersama keponakan saya –yang sedihnya sudah kembali ke makassar tadi pagi- yang sangat berisik, menonton, atau membaca. Tetapi, hari ini saya merasa aneh. Mungkin, karena saya telah menjadwalkan bahwa saya tidak boleh menonton drama secara berlebihan sebab saya takut laptop saya akan kelelahan tetapi pagi tadi saya malas melanjutkan bacaan saya dan lebih memilih menonton drama. My Mister atau My Ahjussi hingga episode ini memperlihatkan saya sesuatu yang berbeda. Rasanya jiwa saya tergelitik dan memikirkan akan bagaimana saya di usia tua seperti kedua orang tua saya nanti?

Apakah saya masih menyusahkan mereka dengan tidak tahu malu sebab merasa hanya saya yang menjadi tanggungan mereka dan bukan orang lain? Bagaimana saya akan tua nanti? Bagaimana saya dalam pekerjaan dan pertemanan saya? Apakah saya akan menikah? Jika iya apakah saya akan selingkuh atau pasangan saya yang akan selingkuh? Jika tidak apakah saya akan mendapatkan cap perawan tua atau perempuan yang sudah bermain dengan banyak laki-laki?

Saya tidak tahu, saya belum melewatinya.

Tetapi dari semua itu, apakah saya akan bahagia? Ya. Ya. Ya.

Bahagia.

Bersyukur saja dan semua akan baik-baik saja, tetapi, apakah semudah itu? Apakah semudah itu untuk bahagia di antara semua kekacauan di dunia ini yang tanpa kita sadari juga mempengaruhi hidup kita?

Sekarang sudah menit ke 54, enam menit lagi menuju tanggal enam dan Only Hope yang dinyanyikan Mandy Moore masih mengalun menemani saya. Jika saya tidur dan terbangun pukul tiga pagi tentu saja hal itu akan sangat menyenangkan. Waktu teristimewa sekalipun setiap saat saya selalu didengarkan, dari keluh kesah hingga sumpah serapah saya. Tentu, mulut saya akan dijewer atau ditampar jika orang lain yang mendengarkan. Tetapi, tidak ada manusia yang mendengarkan dan itu membuat saya takut akan hukuman apa yang akan saya dapatkan.

dan tulisan ini di-posting pukul 4:03 WITA atau AM, sembari mendengarkan Grown Up dari Sondia yang merupakan OST My Mister.

Butuh

Saya seharusnya menuliskan review saya tentang Pulang karya Leila S. Chudori, sebab saat ini saya telah membaca Laut Bercerita dan itu berarti saya telah memasuki dunia berbeda. Tetapi, saya tidak bisa tidur. Sekali lagi

Saya tidak tahu kenapa.

Saya takut terhadap sesuatu yang tidak saya ketahui, atau saya ketahui tetapi tidak berani saya amati apalagi rasakan.

Saya butuh sebuah buku harian.

Thinking Out Loud di bulan Juni

Saya masih membaca Yang Fana Adalah Waktu, novel ketiga sekaligus penutup dari Trilogi Hujan Bulan Juni.

Saya… entah kenapa tidak menyangka lagu Thinking Out Loud dari Ed Sheeran, lagu urutan ke 11 di album X dikutip oleh Eyang Sapardi. Mungkin, saya merasa latar dan dimensi Sarwono dan Pingkan tidak berada di dimensi yang sama dengan Thinking Out Loud, pemikiran yang tidak tertulis jelas namun mencuat begitu saya menemukannya.

Tetapi, mereka selaras. Mereka selaras ketika di bulan Juni ini saya membaca Yang Fana Adalah Waktu sembari mendengarkan Thinking Out Loud.

Is It Still?

i remember our so early morning

it still warm as that time

it still makes my heart dancing

but baby

is it still the same you?

the girl you have tell a lie

***

h a h a. ini ngga tahu kenapa pengen aja sok-sokan bikin poem pakai bing. dan hari ini ngepost dua kali krna kemarin ku sudah terlalu lelah dan pengen aja rajin-rajin nulis. padahal ada yang harus ditulis tapi ngga ditulis-tulis haha:(